Mencoba Macintosh System 7

Seseorang berkata “yang klasik memang lebih asik”, mungkin tepat untuk mewakilkan perasaan saya ketika berhasil menginstal ulang dan menikmati sistem operasi System 7 di MacBook Pro jadul saya. Sistem operasi ini masih tampak seksi meskipun umurnya hampir 30 tahun. Oke, apa itu System 7? Sebuah sistem operasi milik Apple dari keluarga System 7 yang pertama kali dirilis pada tahun 1991 serta hanya dapat berjalan pada Macintosh lama Apple dengan processor 68k atau PowerPC. Sistem operasi ini berbasiskan UNIX yang dibuat dalam ekosistem tertutup khas besutan Apple.

Splash Screen System 7 by Adinandra Dharmasurya

Sebuah keisengan untuk mengisi kegiatan malam ini karena insomnia. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya membaca ensiklopedi terbitan DK tentang sejarah komputer dan sebagai fans produk Apple ada rasa tertarik ketik melihat gambar sistem operasi ini pada bab sejarah Apple. Efek dari keisengan tersebut, saya justru menjadi ingin merasakan kembali pengalaman menggunakan sistem operasi ini yang entah kapan terakhir saya gunakan. Memang sudah lama sekali.

Ensiklopedi Sejarah Komputer — DK Publisher by Adinandra Dharmasurya

Sebetulnya terdapat subversi paling terakhir dari System 7 yaitu Mac OS 7.6 dengan update terakhir 7.6.1, namun dari hasil Googling yang saya dapatkan sistem operasi pada gambar ensiklopedi tersebut adalah System 7.5. Lagipula System 7.5 merupakan sistem operasi terakhir dari Apple yang mengusung nama depan “System” karena pada subversi 7.6 sudah menjadi “Mac OS”, sehingga saya tetap bersikukuh yang 7.5 saja. Installer sistem operasi System 7.5 yang saya dapatkan dari hasil browsing adalah subversi 7.5.3 dan resmi rilis by Apple.

Saya turut mengunduh installer update paling terakhir yaitu versi 7.5.5 yang rilis pada tahun 1995 karena terdapat informasi perbaikan signifikan pada performa memory management serta major bugfix.

Setelah menelusuri thread forum di internet, ternyata sistem operasi ini dapat diemulasikan di MacOS terkini dengan bantuan emulator SheepShaver. Kenapa harus emulator dan bukan fisik? Seperti pada bagian akhir paragraf pertama yang sudah saya jelaskan, sistem operasi ini terlalu jadul dan bukan untuk processor Intel karena semenjak tahun 2005 Apple sudah mulai beralih menggunakan Intel sehingga secara driver pasti sangat jauh berbeda. Tidak mungkin diinstall secara fisik di mesin Apple masa kini kecuali memiliki Macintosh seri lama atau Power Macintosh, itulah kenapa kita membutuhkan software emulator tersebut.

Sebetulnya ada alternatif selain SheepShaver yaitu Basillisk II, tapi penjelasan kenapa saya menggunakan SheepShaver adalah karena dapat mengemulasikan hardware dengan lebih lengkap, yaitu dari seri Mac 68k hingga Power Macintosh.


Oke untuk step instalasi detailnya dapat diikuti melalui website berikut atau dapat lihat di Youtube. Pada postingan ini saya ingin lebih membahas sisi nostalgia dan pengalaman. Sensasi pertama yang saya lihat adalah “oh iya dulu begitu simple ya”. Loading awal dari splash screen menuju desktop sangatlah cepat dan mulus, padahal saya set ukuran RAM hanya sebesar 64 MB yang berarti 32 kali lebih kecil dari iPhone saya. Jika dibandingkan dengan Windows 95 yang mungkin ‘sepantaran’, saya merasa loading System 7.5.5 jauh lebih cepat dan mulus. Bagian selanjutnya yang dapat dilihat setelah splash screen adalah antar muka desktop.

Desktop

Desktop System 7.5 by Adinandra Dharmasurya

Pada tampilan desktop ada beberapa hal yang mungkin memang dipertahankan oleh Apple dari dulu hingga sekarang seperti misalnya menu control serta icon harddisk di pojok kanan atas. Nuansa tampilan Findernya pun tidak jauh beda dengan Mac masa kini, khususnya ketika menampilkan daftar file dalam bentuk view as icons yang selalu ‘berantakan’. Saya lebih suka menampilkannya dalam bentuk view as list karena lebih rapi. Saya merasa tampilan Finder pada System 7 jauh lebih sederhana karena tidak terdapat sidebar dan toolbar. Manajemen folder System 7 berbeda sekali dengan generasi MacOS karena tidak memiliki tatanan workspace folder per pengguna seperti aplikasi, pustaka, dokumen, musik, video, dsb serta tidak dapat melakukan kustom pada sistem operasi. Pengguna hanya memiliki satu direktori utama dan semua pada satu tempat.

System 7.5 sangat terasa ‘WYSIWYG’ atau what you see is what you get.

Yang tidak saya temukan pada sistem operasi klasik ini adalah Dock karena memang baru diperkenalkan pada era Mac OS X sehingga Trash pada System 7 diletakkan pada desktop seperti Recycle Bin Microsoft Windows. Sedangkan yang tidak saya temukan pada MacOS jaman sekarang adalah Control Strip yang berada di pojok kiri bawah karena sudah digantikan kontrol pada menu bar. Untuk mengakses aplikasi, System 7 tidak memiliki Launchpad atau Dock sehingga harus masuk ke direktori aplikasi atau membuat alias pada desktop. Hal unik yang saya baru sadar bahwa tidak ada ‘klik kanan’ pada sistem operasi ini. Selain itu untuk menghapus data, saya harus drag and drop file atau folder yang ingin dihapus ke Trash lalu memilih empty trash pada menu special.

Desktop MacOS Catalina 10.15 by Adinandra Dharmasurya

Dukungan Aplikasi

Aplikasi yang digunakan untuk mendukung sistem operasi pastinya sudah hampir tidak ada lagi yang jual secara offline, dikarenakan banyak dukungan instalasi aplikasi masih menggunakan media disket. Dan seandainya jika memiliki disket aplikasi, mungkin tetap sulit dikarenakan drive disket sudah sangat jarang sekali ditemukan pada komputer era sekarang kecuali kita memiliki Power Macintosh. Namun tidak perlu khawatir karena untuk mendapatkannya kita dapat mengunjungi beberapa situs di internet yang menyediakan aplikasi retro Apple, seperti situs macintoshrepository.org dan macintoshgarden.org.

Beberapa aplikasi yang telah saya pergunakan adalah aplikasi office, desktop publishing, design, dan peramban website agar lebih merasakan manfaat dan pengalamannya. Kebetulan saya terinspirasi dari twit Pak Pinot, beliau menggunakan Macintosh lama untuk menghasilkan banyak karya yang hasilnya wow mantap. Banyak cuitannya yang membuat saya semakin termotivasi dan ingin mencoba berkreasi melalui sistem klasik ini.

Office

Aplikasi pertama yang saya instal adalah untuk kebutuhan office, yaitu AppleWorks 5 besutan Apple. Ada 6 aplikasi dalam paket office tersebut yaitu Word, Painting, Spreadsheet, Database, dan Communication. AppleWorks merupakan pendahulu dari iWork, karena iWork baru rilis di era Mac OS X. Hanya saja di iWork aplikasinya lebih compact. AppleWorks memiliki aplikasi yang mirip Microsoft Office untuk Windows, yaitu aplikasi database yang identik dengan Microsoft Access. Kenapa saya pilih AppleWorks bukan Microsoft Office 4.2? Karena aplikasi ini orisinil dari Apple dan mendukung ClipArt tetapi sayang tidak memiliki aplikasi untuk membuat presentasi seperti Keynote pada iWork. Aplikasi presentasi hanya tersedia pada versi AppleWorks 6 khusus Mac OS 8 ke atas.

AppleWorks 5 by Adinandra Dharmasurya

Melihat tampilannya, entah kenapa warna abu-abu ‘besi’ membuat antar muka terlihat klasik dan jaman dulu sekali. Aplikasi ini tampak seperti dibangun dengan bahasa Basic. Untuk penggunaan yang tidak aneh-aneh saya rasa cukup bahkan mungkin masih dapat digunakan untuk membuat dokumen sederhana, sheet yang tidak rumit formulanya, dan surat. Fitur-fiturnya pun cukup memadai untuk keperluan yang sudah saya sebutkan tadi. Untuk dukungan presentasi, chart, formula, ukuran file, kompatibilitas file, copy-paste, drag-drop, serta template saya rasa tidak semudah dan selengkap iWork.

Desktop Publishing

System 7 merupakan salah satu sistem operasi yang menjadi rekomendasi bagi industri percetakan. Salah satunya desktop publishing untuk keperluan membuat dokumen dengan layout seperti halaman majalah, koran, konten pamflet, atau publikasi lainnya dengan menggunakan software. Ensiklopedi DK yang saya baca pun dihasilkan dengan desktop publishing. Salah satu software yang menjadi trend pada era System 7 adalah QuarkXpress.

QuarkXpress 3 di System 7 by Adinandra Dharmasurya

Versi yang saya instal adalah versi 3. Saya memang baru mencoba dan mempelajarinya, namun saya menjadi sedikit mengerti kenapa System 7 menjadi rekomendasi pada masa itu. Dukungan typography, drawing, dan renderingnya sangat lengkap, ease to use, dan cepat. Hasilnya pun tidak usang masih dapat menghasilkan karya yang kekinian. Apa yang ingin saya lakukan dengan aplikasi ini? Tentunya untuk proyek story telling yang sedang saya mulai.

Design

Ide menginstal aplikasi yang satu ini dikarenakan terinspirasi karya Pak Pinot yang sangat luwes menggambar menggunakan MacPaint, aplikasi legendaris Apple. Saya mengunduh versi alternatifnya yang lebih baru yaitu Aldus SuperPaint. Fungsinya tentu saja untuk melukis dan menggambar. Saya sendiri belum menggunakannya, tapi ketika mengaksesnya terasa sangat vintage dengan nuansa hitam putih.

Aplikasi SuperPaint by Adinandra Dharmasurya

Peramban

Peramban yang saya gunakan bernama iCab dan memiliki dukungan untuk sistem klasik Apple. Untuk menginstalnya kita dapat mengunduh di sini. Namun untuk urusan internet akhirnya saya harus menurunkan ekspektasi dapat berselancar dengan lancar atau yah setidaknya masih dapat terkoneksi dengan internet. Karena pada kenyataannya banyak website yang tidak dapat diakses, bahkan google.com pun tidak dapat dibuka dengan sempurna.

iCab Browser by Adinandra Dharmasurya

Tentunya hal ini tidak lepas dari keterbatasan CPU untuk engine javascript dan css bootstrap yang menyebabkan loading halaman menjadi proses yang terlalu berat serta kompleks bagi ‘komputer’ pada masa itu. Selain itu peramban yang sudah outdated menjadi celah keamanan yang terdeteksi oleh server penyedia website, sehingga akses dari peramban seringkali ditolak. By the way saya tidak mencoba permainan atau games di System 7.5 karena tidak tertarik. Toh untuk permainan klasik dan arcade saya sudah menggunakan DOSBox yang jauh lebih lengkap.


Pada System 7.5 kita perlu menginstal banyak aplikasi pendukung. Untuk membuka file berupa gambar dan dokumen PDF, System 7.5 tidak dapat membukanya secara default. Diperlukan aplikasi untuk membuka dan mengolah file tersebut seperti JPEGView dan Adobe Reader. Hal ini juga berlaku ketika ingin melakukan kompresi dan mengekstrak data, kita membutuhkan aplikasi seperti StuffIt Expander. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan generasi Mac OS X dan MacOS yang out of the box telah memiliki aplikasi pendukung seperti Preview dan Archive Utility.

Kesimpulan, banyak pengalaman yang saya dapatkan hanya dengan kembali menginstal System 7.5. Seperti mengetahui sejarah, arsitektur Power Macintosh, dan aplikasi pendukungnya. Saya belum pernah mencoba AppleWorks, Quark, desain, berselancar internet, dan programming menggunakan produk Apple yang satu ini. Mungkin kemudian saya juga ingin mencoba beberapa bahasa pemrograman untuk sistem operasi ini, namun belum sempat mencari tahu apa saja trendnya pada masa itu. Akan semakin menarik karena dapat menambah pengetahuan.

Dengan melihat nilai sejarah melalui ‘napak tilas’ teknologi, saya bersyukur dapat merasakan kembali ke jaman lampau.

Sekarang saya memiliki kesempatan untuk belajar, menggunakan, dan berkreasi dengan teknologi lama. Menggunakan teknologi lama bukan berarti kreasi menjadi mati bukan? Tetap sadar bahwa perkembangan teknologi sudah begitu pesat dalam waktu 30 tahun dan akan terus semakin berkembang. Sayang untuk dilewatkan. Jadi ada yang mau sharing pengalamannya dengan System 7.5 ini? Mari berbagi.

Author: nandra

Source code, photograph, and notes. Instagram 📸 : nandcep, Steller 🏕 : nancep, and Github 💻 : nandcep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s