Galaxy Nexus di Tahun 2020

Genap sudah 6 bulan saya tidak mengisi konten di blog ini, ternyata budaya work from home tidak juga membuat saya produktif untuk menulis. Jenuh dengan rutinitas koding dan kejar deadline proyek di beberapa bulan ini (yang beberapa akhirnya sudah live), saya merasa butuh untuk melakukan kegiatan lain asalkan bukan mengetik baris kode. Akhirnya 2 hari lalu saya iseng-iseng membuka kotak penyimpanan di bawah meja kerja saya dan mencari sesuatu yang dapat saya oprek.

Setelah beberapa lama mencari di tumpukan tersebut sekilas saya melirik smartphone jadul saya yaitu Samsung Galaxy Nexus. Awalnya saya bingung apa yang harus saya lakukan dengan smartphone tersebut karena telah dipensiunkan sekitar 2 tahun lalu. Smartphone keluaran tahun 2011 tersebut seharusnya sudah tidak lagi powerful melihat dari spesifikasinya yang kurang memadai untuk aplikasi jaman sekarang.

Samsung Google Galaxy Nexus dengan OmniROM Nougat

Akhirnya saya justru penasaran bagaimana ‘membudidayakan’ ponsel keluaran 9 tahun silam di tahun 2020 ini. Sebelum saya mulai mengoprek saya melakukan pengecekan fisik terlebih dahulu. Ternyata kondisi mesin ponsel saya masih cukup prima, minus LCD yang sudah burn-in dan baterai yang kembung. Untuk sistem operasi sudah tidak lagi orisinil bawaan pabrik namun sudah saya root dan ganti menggunakan LineageOS dengan Android versi 6.0.1.

Sebelum saya menggunakan ponsel ini untuk operasional sehari-hari, saya menginstall OmniROM untuk Galaxy Nexus dengan Android versi 7.0 agar setidaknya lebih update dan stabil dari sistem operasi yang sebelumnya. Rata-rata aplikasi jaman sekarang setidaknya mensyaratkan untuk menggunakan sistem operasi minimal Android versi 5.0. Saya juga mengganti baterai dengan yang baru meski bukan yang asli sehingga NFC menjadi tidak berfungsi tapi yang penting daya tahan penggunaan menjadi lebih optimal.

Setelah saya install custom ROM tersebut dan mengganti baterainya, ternyata performa yang dihasilkan jauh lebih optimal. Custom ROM yang saya gunakan juga cukup ringan serta bersahabat untuk ukuran RAM yang terbatas. Dapat dibilang smooth ala kadarnya meskipun terkadang masih suka sedikit lamban namun masih dapat ditoleransi. Sedangkan kondisi baterai yang lebih baik membuat segala proses di smartphone ini menjadi lebih cepat dan tahan lama karena tidak lagi bocor dibandingkan menggunakan baterai yang lama.

Sudah lebih dari 3 minggu saya menggunakan smartphone ini untuk keperluan komunikasi pekerjaan kantor dengan kanal WhatsApp, Telegram, SendAnywhere, dan Microsoft Teams. Untuk chat di WhatsApp dan Telegram dirasa cukup lancar namun untuk Teams sedikit terasa lama ketika loading awal. Overall di ketiga aplikasi tersebut tidak ada notifikasi yang terlambat serta semua fitur dapat digunakan. Untuk daya tahan baterainya untuk penggunaan chat dengan durasi 3-4 jam sembari menyetel musik offline dapat bertahan hingga satu hari lebih. Untuk konsumsi baterai untuk penggunaan telepon saya belum dapat menilai karena jarang sekali menelpon dengan ponsel ini.

Battery Usage di Galaxy Nexus

Yang paling saya juga dari aktivitas nostalgia ini adalah dapat kembali melihat cover belakang Google dan indikator LED yang menyala berkelap kelip jika muncul notifikasi. Selain itu saya juga dapat menjajal fitur ‘wah’ dari custom ROM seperti mengganti themenya karena sudah didukung engine Substratum. Dengan mengganti theme menjadi dark material, ternyata baterai dan layar AMOLED menjadi lebih panjang umurnya. Fitur bawaan lainnya selain NFC berjalan dengan normal seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS.

Fitur Theme di OmniROM Nougat

Untuk sisi multimedia saya tidak mengulas secara detail. Kamera depan, kamera belakang, dan flash di Galaxy Nexus berjalan normal dan hasilnya sangat standar tidak ada istimewanya. Pemutaran video tidak semua format didukung dan butuh aplikasi pihak ketiga untuk memutarnya, untuk pemutar musik memiliki aplikasi bawaan Phonograph yang cukup memuaskan khususnya di bagian Equalizer karena suara yang dihasilkan sangat mantap dan jernih untuk ukuran smartphone jadul.

Hasil Kamera Galaxy Nexus

Tidak puas hanya dengan aplikasi chat untuk pekerjaan, saya turut mengunduh 2 aplikasi untuk editing video dan editing foto yaitu Inshot dan VSCO. Di luar dugaan ternyata proses editing dengan VSCO dapat dilakukan dengan baik, semua preset dapat diakses dengan baik dan kontrol lancar tanpa ada lag. Warna yang dihasilkan tampak mantap cerah, mengingat layar Google Galaxy Nexus adalah AMOLED. Export gambar dari hasil editing juga cepat dan utuh tanpa ada yang terpotong. Sayangnya untuk Inshot saya baru mengunduh tapi belum sempat menggunakannya jadi tidak dapat memberikan review proses editing dan render dengan Galaxy Nexus.

Namun tidak semuanya berjalan lancar, seperti misalnya jaringan hanya dapat menggunakan HSDPA dan tidak support LTE. Hal ini mengakibatkan pengalaman berselancar atau browsing serta video call di Galaxy Nexus menjadi tidak menyenangkan karena terasa sangat lambat jika dibandingkan berselancar di iPhone 8 saya. Selain itu hal yang sedikit mengganggu adalah color profile layar smartphone saya yang terlihat terlalu biru kehijauan sehingga jika perfeksionis agak kurang nyaman untuk melihat gambar atau video, tapi biasanya hal ini tidak dialami semua smartphone karena kalibrasi layar setiap device biasanya berbeda.

Overall saya sendiri sangat puas menggunakan ponsel ini di tahun 2020 dengan penggunaan minimal hanya untuk sekedar berkomunikasi, edit foto serta video, dan memutar musik offline. Masih sangat memungkinkan jika dipergunakan untuk mengunjungi media sosial meski sebaiknya menggunakan Wi-Fi dengan internet yang kencang agar lebih lancar. Saran saya sebaiknya tidak mengunduh aplikasi finansial dan banking karena sistem operasi yang digunakan tidak resmi. Namun jika tetap nekat untuk mengunduh maka harus menginstall Magisk terlebih dahulu.

Bagi para gamer sebaiknya jangan berharap lebih, semisal dapat memainkan Mobile Legend dan PUBG di ponsel ini karena tentu saja mustahil karena keterbatasan hardware. Tentunya kasian juga mengingat umur yang sudah tua dan storage menjadi rentan korup jika dipaksakan bekerja dengan keras. Jadi rekan-rekan apakah juga memiliki pengalaman nostalgia dengan Galaxy Nexus? Mari berbagi.

Author: nandra

Source code, photograph, and notes. Instagram 📸 : nandcep, Steller 🏕 : nancep, and Github 💻 : nandcep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s