Nostalgia Bersama DOSBox

Di tengah malam menuju pagi berhubung masih belum dapat tidur saya kembali mencari sesuatu yang dapat saya lakukan. Kegiatan selain membuka editor koding tentunya. Awalnya saya ingin memainkan game emulator tapi kok rasanya malas sekali untuk setting joystick. Membuka MacBook Pro jadul pribadi dan mencolok harddisk eksternal untuk mencari game retro yang dapat saya mainkan, nostalgila malam. Kelihatannya pas banget sambil mendengarkan lagu The Corrs efek mengenang menjadi tambah tinggi.

Sambil mencari folder game yang lain saya jadi teringat dengan aplikasi DOSBox yang sempat saya update beberapa bulan yang lalu, akhirnya berniat kembali membuka aplikasi tersebut. Setelah mounting drive C ke folder virtual machine, ternyata ada folder sistem operasi Windows 3.11. Saya justru jadi penasaran dengan apa yang ada di folder sistem operasi tersebut. Ternyata ada banyak mini game retro yang lumayan seru untuk menghabiskan waktu.

Naluri nostalgia saya kembali bangkit teringat ketika masih kecil gemar sekali memainkan game-game tersebut. Berikut adalah game yang kembali saya mainkan untuk mengisi waktu malam hingga pagi ini.

Microsoft Entertainment Pack

Microsoft Entertainment Pack

Kumpulan game series untuk Microsoft Windows yang melegenda. Saya mengkoleksi hingga 4 pack alias versi lengkap. Peninggalan dari jaman masih menggunakan PC IBM orang tua saya. Game yang tersedia cukup banyak, saya seringkali bermain game Pipe Dream, Fuji Golf, dan yang menjadi favorit kami sekeluarga adalah Mahjong Taipei. Game Mahjong Taipei sendiri cukup melatih kejelian serta memori saya, dan itu yang membuat saya betah tidak bosan bermain game tersebut.

Beberapa game yang juga membangkitkan kenangan adalah Ski Free dan Rattler Race. Ski Free merupakan game ski salju yang sering saya mainkan ketika menunggu mama saya pulang kantor. Saya belum pernah dapat sekalipun mengalahkan si Yeti yang selalu muncul pada akhir permainan. Untuk Rattler Race mungkin tidak asing dengan permainan Snake pada handphone Nokia, memainkan ular untuk memakan buah yang akan membuatnya semakin panjang. Namun tantangannya adalah melawan ular lain dan menghindari pantulan bola.

Microsoft Entertainment Pack – Taipei

DOS Game

Menggunakan DOSBox kurang pas jika tidak digunakan untuk bermain game berbasis DOS (Disk Operating System) tentunya. Saya sendiri memiliki hobi mengkoleksi game DOS yang khususnya sering saya mainkan sewaktu kecil. Dulu biasanya saya dengan kakak suka bermain dengan genre multiplayer. Game balap mobil Lotus adalah favorit kami, meski sederhana hanya 3 pilihan mobil tapi cukup membuat kamar depan di rumah menjadi heboh dan berisik.

DOSBox dan Lotus

Selain itu berkat adanya DOSBox saya juga dapat kembali bermain game action yang membuat saya tergila-gila dengan sejarah perang dunia. Game ini juga cukup melegenda karena sampai dengan sekarang pun masih ada seri dan release terbarunya hingga dengan grafik yang high end serta jalan cerita yang semakin njelimet. Return to Castle Wolfenstein 3D. Saya jadi teringat saking lamanya bermain game ini sampai pernah merasa mual pusing dan dimarahi papa. Ternyata game ini tidak seharusnya saya mainkan ketika masih kecil dan dikhususkan untuk rating ESRB remaja hingga dewasa karena baru sadar game play yang disajikan cukup sadis.

Return to Castle Wolfenstein 3D

Game terakhir yang saya mainkan sebelum kembali beranjak beristirahat adalah Prehistorik 2, release dari Titus Interactive. Game ini merupakan game petualangan manusia purba melawan para monster sembari mengumpulkan bonus. Model permainannya jika dilihat sekilas mirip dengan Mario Bros. Sewaktu kecil ketika sepupu saya bermain ke rumah, game ini menjadi favorit kami untuk menyelesaikan level permainan sejauh-jauhnya. Kami mengumpulkan code atau sandi khusus agar jika kehabisan nyawa permainan tidak perlu mengulang dari awal.

Prehistorik 2

Sebetulnya masih ada banyak sekali game retro DOS dan Windows yang ada di harddisk eksternal saya, namun rasanya tidak mungkin untuk memainkan semua dan mengulasnya dalam waktu satu malam. Seperti misalnya Taipei saya sendiri perlu waktu 15-30 menit untuk sekali game begitu juga dengan permainan yang lain Patut saya syukuri setidaknya masih dapat merasakan kembali rasa nostalgia dan dapat menuliskannya di blog.

Rata-rata game yang saya mainkan umurnya lebih tua dari pada saya, tapi ternyata efek bermainnya tidak kalah seru dengan game jaman sekarang. Meskipun jangan dibandingkan grafiknya dan lagipula MacBook jadul saya tidak mampu memainkan game masa kini. Justru terkadang rasa menantangnya adalah ketika harus berhadapan dengan keterbatasan kontrol. Jadi sampeyan sendiri dulu waktu kecil suka main game apa dan masih memainkannya hingga saat ini tidak? Semoga jarak umur kita tidak terlalu jauh ya hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s