Kedai Kopi

Rintik hujan menemani langkah perjalanan ke kedai kopi favorit saya.
Tidak terasa waktu hampir menunjukkan pukul 11.00, tidak terik dan terasa udara sejuk.
Meluangkan waktu untuk merawat pikiran, Es Kopi Susu telah tersaji.


Wajahku tenang dan pikiranku melayang
Terserah dengan peraduan, sudah tersaji minuman
Mendung menutup terang dan kalah menutup menang
Kopi dengan gula pandan, tempat kerinduan
Apabila raga ini dapat berenang, maka hanyutkanlah dalam rasa senang

Tidak banyak waktu lagi untuk bersantai pikir saya, sudah waktunya untuk bergegas.
Melihat tiket di tangan, saya percaya masa depan ada di genggaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s