Home Hunting Foto di Tangerang
Post
Cancel
Visual Art

Hunting Foto di Tangerang

Beberapa kali saya mengunjungi laman Instagram, siapa yang menyangka di Tangerang ada beberapa spot untuk hunting fotografi. Beberapa tagar fotografi lokal dan profile fotografer yang cukup populer pun juga mengambil lokasi pemotretan di ujung kota Tangeran. Lokasinya spot foto ternyata cukup jauh namun masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua. Device selama sesi foto : smartphone, kamera mirorless, lensa wide, dan tripod.

Di pertengahan tahun 2017 dan awal tahun 2018 saya mengunjungi 2 spot foto yang berbeda.

Kandang Godzilla

Di tahun 2017, berkendara santai menuju daerah Koja di pelosok barat Tangerang. Spot fotografi yang saya kunjungi merupakan tempat hits muda mudi di Jabodetabek karena memiliki keindahan alam yang semi buatan. Nama tempat tersebut adalah Kandang Godzilla. Namanya cukup unik dan memiliki diaroma ala jaman jurassic.

Tepat berada di kecamatan Solear, selama jalur perjalanan pun saya disuguhi oleh banyak pemandangan yang menarik perhatian saya. Ternyata Tangerang pun memiliki banyak area hijau dan sawah yang menjadi salah satu tulang punggung penyedia makanan negeri ini. Akses masuknya sangat kecil harus melewati gang perkampungan warga. Entah saya yang salah jalan atau bagaimana namun seandainya jika membawa mobil mungkin tidak cukup jalannya.

Di Kandang Godzilla saya ditarik pungutan untuk masuk. Mohon maaf karena lupa berapa tarifnya. Menelisik sejarah tentang tempat ini, pada awal mulanya adalah sebuah daerah tambang kapur yang dikelola oleh perusahaan. Namun dikarenakan ijin lingkungan dan kandungannya yang semakin menipis maka sekarang sudah diambil oleh warga dan pemerintah daerah. Terlihat ada kolam-kolam sebagai resevoir untuk pembibitan ikan.

Hamparan tebing dan hijaunya rerumputan serta pohon-pohon ala pakis membuat tempat ini seperti ada pada jaman yang berbeda. Namun tidak perlu khawatir akan adanya dinosaurus. Eksplorasi singkat namun menambah pengalaman baru. By the way bagi para pengendara motor harus berhati-hati karena jalurnya penuh jalan yang berlubang.

iPhone saya menjadi korban karena kurang berhati-hati saat berkendara. Motor terkena kubangan yang cukup dalam sehingga terlempar dari handler, akibatnya layar pecah berantakan.

Tanjung Kait

Di pertengahan tahun 2018 kembali Instagram berhasil memberikan inspirasi bagi saya untuk eksplorasi kota Tangerang. Namun kali ini di bagian utara kota Tangeran. Berbekal petunjuk arah yang ada di laman Instagram seorang fotografer terkenal saya menyusuri perjalanan dari rumah menuju Tanjung Kait.

Tanjung Kait merupakan perkampungan warga yang berbatasan langsung dengan pantai Jawa. Lokasinya tidak sejauh Kandang Godzilla. Aksesnya pun juga lebih luas sehingga jika membawa kendaraan roda 4 tidak perlu khawatir. Namun saya menyarankan untuk menggunakan sepeda motor. Kenapa? Karena spotnya harus tracking ringan dan sedikit melelahkan apabila tidak menggunakan sepeda motor.

Di tempat ini disuguhi pemandangan santun ala perkampungan yang menggantungkan hidup pada bidang perikanan. Bumbungan atau perangkap ikan yang mengambang di kolam dengan saung-saungnya menambah syahdu suasana yang tampak sangat sederhana. Sehingga hasil pada foto dapat menampilkan landscape yang minimalis atau sederhana. Justru itu adalah kelebihan dari tempat ini. Kata orang “the power of an object”

Tidak jauh dari daerah perkampungan juga terdapat sebuah pasar ikan yang mohon maaf apabila terdengar sedikit kasar. Agak jorok. Karena tepat bersebalahan dengan pengolahan ikan yang membuang limbahnya di sekitar tempat tersebut. Pasar ikan tersebut bagi cukup unik karena background saya yang berasal dari pegunungan tidak pernah melihat bangunan didirikan di atas laut.

Pagar dan jembatan bambu di pasar ikan tampak cantik dalam jepretan lensa. Dari atas jembatan saya melihat beberapa anak sedang bermain air laut dan berenang. Namun saya khawatir mereka terserang penyakit kulit. Karena dari atas bahkan tercium bau busuk bahan makanan dari laut. Semoga saja mereka baik-baik saja.

Untunglah kejadian di tempat sebelumnya tidak terjadi, karena smartphone Nokia 8 saya masih baru dan belum lunas hehe. Di tempat ini saya juga menguji kualitas Zeiss Optic yang digadang-gadang oleh Nokia. Aksesnya bagus dan tidak berlubang. Tetapi menuju ke tempat ini harus pintar-pintar melihat peta dan memilih jam yang tidak sibuk. Di sekitar Teluk Naga menuju tempat ini saya sempat terjebak macet yang lumayan memakan waktu.

Inilah catper (catatan perjalanan) fotografi saya di Kota Tangerang. Bersyukur dapat merekam keindahan alam di utara provinsi Banten. Terimakasih, salam.

This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.

Kopi, Kenikmatan yang Butuh Proses

Sang Kekasih

Comments powered by Disqus.