Home Remote Working di Siantar
Post
Cancel
Siantar 2021

Remote Working di Siantar

Pertengahan bulan Oktober yang lalu saya dan isteri menyempatkan diri untuk mudik ke Siantar setelah sebelumnya menghadiri acara keluarga di Solo. Berhubung lebih dari satu tahun tidak mudik dan rasa rindu kepada orang tua maka kami memutuskan mudik serta dengan pesan tiket pesawat. Mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi untuk travelling ternyata memang benar-benar “mahal”. Untuk berangkat kami diwajibkan melakukan PCR dan sesampainya di tempat tujuan harus swab antigen. Begitu juga pulangnya karena ada pengecekkan berkasnya di Bandara.

Jika ditotal-total untuk persyaratan medis tersebut, hampir setengah harga tiket kami berdua. Selama di Siantar saya tidak dapat bersantai apalagi ambil liburan, maklum sedang dikejar banyak deadline kantor meskipun sebetulnya bukan tanggungan saya secara keseluruhan. Namun karena sudah ditunjuk menjadi lead dan tim teknis arsitek maka wajib memantau hampir seluruh pekerjaan team GovTech. Awalnya saya ragu serta yakin tidak dapat bekerja di Siantar khususnya di kampung halaman isteri saya, penyebab utamanya adalah SINYAL. Namun ternyata keraguan saya terhapus sudah.

Sudah hampir setahun yang lalu di desa halaman isteri telah dibangun Base Transceiver Station (BTS) Tower yang membuat para warganya akhirnya dapat menikmati sinyal 4G. Sinyal terkuat tentu saya milik Telkomsel selaku operator utama dari BTS tersebut. Meskipun memang di beberapa waktu tertentu terasa lambat dan bahkan tidak dapat terkoneksi meskipun sinyal penuh. Khususnya ketika pagi hingga siang sebelum jam 12, mungkin dikarenakan aktivitas belajar atau sekolah yang dilakukan secara daring. Senang sekali akhirnya dapat melihat orang tua kami bervideo call ria, kami berdua pun dapat memantau pekerjaan dengan lancar meskipun untuk conference call harus rela “patah-patah” dan menikmati low quality audio terkadang.

Isteri pun tetap dapat mengikuti online course dari kantor terkait application security dan saya dapat sambil marah-marah di meeting seperti biasanya hehe. Saya menyiapkan 2 device agar tetap dapat terkoneksi ke internet, yaitu modem Bolt4G yang menggunakan provider By.U dan tether lewat iPhone dengan kartu Halo. So far kedua device tersebut cukup mumpuni. Hanya terkadang By.U drop kecepatannya, sehingga Halo harus turun tangan. Cuma agak sayang baterai dan iPhone jadi lebih panas. So anyway, thanks Telkomsel sudah menyediakan sinyal bagi kami.

Oh iya, Puji Tuhan interview saya di Telkomsel sudah masuk di babak ketiga yaitu di tahap asesor apakah fit dan proper untuk sebuah role. Seharusnya setelah ini sudah tidak ada lagi tambahan dan menunggu offering. Doakan semoga lancar ya!

Selama di Siantar kami juga menyempatkan mampir ke ladang orang tua sekaligus mencoba bekerja di “open space” karena di kota tersebut memiliki beberapa kafe yang sangat nyaman untuk disinggahi. Sebut saja Kedai Kok Tong dan Kedai Hordja di Jalan Sitorus. Rekomendasi saya di Hordja apabila terganggu dengan asap rokok dan suara bising. Karena di Kok Tong tempatnya terbuka dan berada tepat di pinggir jalan. Cuma untuk kopi dan camilan meskipun relatif tetapi cita rasa Kok Tong lebih enak menurut kami. Selama seminggu lebih kami berdua di Siantar dan puas sekali rasanya dapat beraktivitas secara new normal sembari sowan ke orang tua. Semoga tahun depan kami dapat kembali remote working di Siantar sembari menikmati Lomang serta teh panas, amin.

NB : Oh iya untuk pulang ke kampung halaman apabila butuh PCR sebaiknya H-2 sudah tes karena pengalaman kemarin keluar hasilnya tidak 1x24 jam.

This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.

Touring ke Bandung

Go Starter dengan Gin Framework

Comments powered by Disqus.