Home Sweet Escape di Teluk Kiluan
Post
Cancel
Kiluan

Sweet Escape di Teluk Kiluan

Di bulan April lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berlibur ke Lampung. Saya tidak sendiri namun juga bersama dengan Ari, Yolanda, Firman, dan Fian adik sepupu saya. Kebetulan saya juga tidak terlalu sibuk dan ingin mendapat pengalaman jalan ke tempat baru daripada menyendiri di kost merenung tidak jelas.

Sesuai plan hari pertama kami menginap di pantai dan membangun tenda sedangkan hari kedua istirahat di hotel. Total lama trip ini adalah 3 hari dan 2 malam. Beberapa destinasi wisata yang kami kunjungi adalah :

  1. Teluk Kiluan
  2. Pulau Kelapa
  3. Laguna
  4. Wisata Pahawang
  5. Kuliner seafood

Jumat 21 April, malam kami berkumpul di mall Slipi Jaya sebagai checkpoint keberangkatan. Tepat pukul 20.30 WIB lebih kami beranjak berangkat menuju Lampung. Ari yang menjadi juru mudi kendaraan yang telah kami carter. Selama trip ini Ari yang menyetir sedangkan saya yang menjadi co-drivernya.

Sampai di Pelabuhan Merak sekitar pukul 23.30 WIB. Jeda waktu saat selama menyeberang ke pulau Sumatera kami manfaatkan untuk beristirahat. Adalah pengalaman pertama bagi saya menyeberang ke Sumatera menggunakan perjalanand darat dan disambung dengan kapal Ferry. Keluar dari Pelabuhan Bakaheuni Lampung jalanan khas pulau Sumatera mulai terasa. Sepi, luas, lebar, dan gelap ketika dini hari.

Disuguhi pemandangan kampung warga dan tampak pemandangan laut yang masih gelap dari sebelah kiri mobil. Dari kota Bandar Lampung sampai dengan Teluk Kiluan butuh waktu tempuh sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan darat. Tepat pukul 06.00 WIB lebih sedikit kami sudah sampai di perkampungan Bali. Suasanya mengingatkan saya ketika berlibur di Tabanan. Di kampung Bali merupakan tempat transmigrasi para penduduk yang mayoritas dulunya berasal dari Bali pada era tahun 1980 - 2000an. Maka tidak heran ada banyak sesajen karena kebanyakan penduduknya adalah umat Hindu.

Selesai kami berfoto dari kampung Bali hanya berjarak sekitar 10 menit sudah sampai di teluk pantai. Selanjutnya kami memulai eksplorasi di laut untuk melihat ikan lumba-lumba. Untuk eksplorasi kami harus registrasi dan menyewa 2 kapal. Harganya cukup murah yaitu Rp. 250.000,- per kapal. Kapal ini pula yang nantinya akan mengantar kami ke beberapa spot yang telah ditentukan sebelumnya.

Per kapal hanya boleh ditumpangi oleh 2-3 orang. Dan sayangnya karena sudah terlalu siang tidak satu pun lumba-lumba yang terlihat. Sehingga menjadi pelajaran next untuk eksplorasi melihat lumba-lumba sebaiknya berangkat ketika subuh. Sempat terhambat di tengah laut tiba-tiba kapal Firman dan Yolanda mati mesinnya. Cukup lama terombang-ambing di laut namun akhirnya berhasil diperbaiki. Kami pun lanjut ke Pulau Kelapa.

Ketika kami menyambangi pulau ini, suasananya sangat sepi dan terasa private. Spot fotonya pun ada beberapa yaitu di pantai yang terdapat dermaga serta pantai yang terdapat hutan bakau. Pulau ini benar-benar terisolir dari daratan lain. Suplai logistik di sini harus didatangkan dengan kapal. Maka juga tidak heran apabila makanan dan minuman di sini sedikit lebih mahal. Tidak elok apabila protes tentang harga kebutuhan di pulau ini tanpa tahu kesulitannya.

Santap siang akhirnya juga kami putuskan untuk mencarinya di tempat ini. Nasi telur, mie instan, dan teh tersedia di beberapa warung. Jarak antara pantai bakau dengan pantai dermaga tidak terlalu jauh, kami berpuas main di air. Sayangnya tiba-tiba kamera saya lowbat sehingga tidak dapat mengambil gambar. Untungnya baterai smartphone masih terisi penuh. By the way harus berhati-hati ketika membawa barang elektronik saat bermain air di pantai.

Saya sendiri sudah menjadi korban jack earphone dan speaker konslet akibat terkena cipratan air laut.

Berpindah tempat ke Laguna dengan kapal agar tidak terlalu sore dan laut pasang. Dikarenakan kamera yang sudah lowbat untuk cerita lebih lengkap dapat mampir ke blog Yola. Menuju Laguna diperlukan perjalanan dengan tracking melewati kampung warga. Jalanannya pun cukup licin. Pastikan juga membawa bekal air minum karena selain cuaca yang panas juga lumayan jauh.

Selepas dari Pantai Kiluan kami kembali ke Kiluan. Badan saya sangat pegal serta perih karena terpanggang matahari. Tidak disangka teman-teman yang lain masih semangat dan mereka menyewa kapal lagi untuk sunset di pulau Kelapa. Sedangkan saya memilih menyendiri untuk charge kamera agar dapat hunting sunset di Kiluan.

Beberapa spot foto saya temukan sembari berjalan santai menikmati sore yang saat itu tampak begitu indah. Membuat pikiran saya melayang, terkena angin mendengar debur ombak menghantam karang menjadi terapi dari alam. Sungguh bersyukur atas nikmat alam yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Hari kedua kami menuju ke Pulau Pahawang, perjalanan dari Kiluan menuju Dermaga Pahawang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Tidak begitu jauh dan ketika menuju Dermaga Pahawang kami melihat spot foto yang cukup Instagramable. Kami menyempatkan diri untuk berfoto ria.

Selesai berfoto ria kami bergegas menuju Dermaga Pahawang. Untuk mengitari pulau-pulau sekitar, kami menyewa kapal bersama pengunjung lain agar biaya lebih murah. Kebetulan bersama dengan pengunjung lain yang membawa 1 keluarga sehingga kapal kami dapat langsung lepas sauh. Kami berangkat dari Dermaga di siang hari yang panasnya sangat sungguh menyengat.

Di perjalanan menuju ke Pahawang kita dapat bersnorkling ria. Durasi trip sekitar 3 - 5 jam untuk bermain di area pulau. Sayangnya snorkling di Pahawang kurang kebersihannya. Airnya keruh dan ikan-ikannya sudah sangat sedikit jika di dekat pantai. Bahkan ketika snorkling saya lebih sering bertemu dengan sampah Rinso, Blue Band, Indomie, dan sebagainya daripada ikan.

Selesai bermain seharian di Pahawang kami kembali menuju ke dermaga dan resmi berakhirnya trip kami di Pahawang. Kembali menuju parkiran mobil untuk bersih-bersih badan dan pulang menuju Bandar Lampung. Sampai di Bandar Lampung sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak lupa menyempatkan mencari makan malam. Hotel yang kami pesan yaitu Hotel POP! Tanjung Karang.

Pesan hotelnya lewat aplikasi Traveloka, jadi dapat harga yang sangat jauh lebih murah dari harga biasa.

Senang sekali dapat menyempatkan berlibur ke tempat baru. Mendapatkan sahbat baru serta pengalaman yang dapat dibagikan ke tulisan ini. Terimakasih Lampung.

This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.

Pendakian Gunung Merbabu

BMC Remedy Data Import Tool di UNIX

Comments powered by Disqus.